
tahun-baru-imlek-2560
Tentang Imlek 2560, sejak abad ke-7, bangsa Cina telah datang ke bumi nusantara. Dengan demikian, masyarakat dan budaya Tionghua sudah berbaur cukup lama hingga sulit sekali membedakan mana orang Tionghua dan bukan, Mana budaya Tionghua dan yang budaya asli, yang ada di sekitar kita di Indonesia.
Termasuk dengan Perayaan kali ini, Tahun baru imlek 2560. Masyarakat Tionghua yang merantau dan tinggal, serta berbaur dengan masyarakat asli di wilayah Indonesia, juga membawa tradisi perayaan tahun Baru Cina selama ratusan tahun.Imlek atau Sin Tjia adalah perayaan para petani Cina yang berkaitan dengan pesta menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Kegiatannya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada sang pencipta dan perayaan Cap Go Meh.
Dengan tujuan sebagai wujud Syukur dan doa harapan agar tahun depan mendapatkan rejeki yang melimpah. Perayaan dilakukan dengan sembahyang di Kelenteng dan menjamu leluhur serta bersilaturahmi dengan para kerabat, keluarga dan tetangga.
Perayaan ini juga dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat Cina. Agama Tridharma, gabungan tiga agama besar di Cina yaitu Kong Hu Cu, Taoisme, Buddha yang biasanya secara ritual dilakukan bersamaan dan tempat ibadahnya disebut Kelenteng.
Selain sembahyang di kelenteng, masih banyak pernik – pernik perayaan Imlek. Hiasan seperti lampion, Angpao (isinya berupa uang) dan tentu saja makanan. Untuk makanan, dalam perayaan Imlek selalu menyajikan 12 macam masakan dan 12 macam kue sesuai dengan lambang – lambang Shio yang ada dalam penanggalan Cina. Masakan dan kue yang disajikan mepunyai makna – mana tertentu. Kue Lapis melambangkanharapan akan rejeki yang berlapis – lapis.
Kue Keranjang yang biasanya disusun ke atas dengan kue mangkok yang berwarna merah di bagian atasnya melambangkan kehidupan yang manis dan menanjak serta kian mekar.Selain itu juga ditampilkan Barongsai, kesenian khas Budaya Tionghoa dan kembang api.
Pada tahun 1901 berdirilah organisasi Tiong Hoa Hwee Kwan. Kemudian pada tahun 1939 mereka mendirikan partai Tionghoa Indonesia. Sejak itu istilah Tiong Hoa dipakai sebagai sebutan padanan bagi Cina.
Namun karena adanya gejolak politik pada tahun1965, orde baru melarang segala sesuatu yang berbau Tionghua. Dikeluarkannya Instruksi Presiden no.14 tahun 1967 menjadikan kegiatan situal budaya Cina, bahkan sampai pada penggunaan bahasa China dilarang. Maka segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan Cina sempat terhenti hingga akhirnya Indonesia memasuki masa reformasi.
Presiden Abdurahman Wahid mencabut inpres tersebut dan pada tahun 2002 dikeluarkanlah keppres tentang perayaan Imlek. Lewat Keppres No.19 tahun 2002, menetapkan tahun baru Imlek menjadi Hari Nasional.